Mahasiswa USK Lakukan Pemetaan Mitigasi Bencana di Desa Genuren Aceh Tengah
Sosial

Mahasiswa USK Lakukan Pemetaan Mitigasi Bencana di Desa Genuren Aceh Tengah

Ringkasan Berita:

Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan bangun desa tangguh bencana berbasis rehabilitasi lingkungan dan edukasi bencana di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Aceh Tengah.

Kegiatan tersebut dalam rangka pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kemendiktisaintek.

Kegiatan ini dilakukan dengan menelusuri langsung wilayah desa untuk mengidentifikasi area rawan, sangat rawan, dan relatif aman dari potensi bencana

TRIBUNGAYO.COM - Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) melaksanakan kegiatan bangun desa tangguh bencana berbasis rehabilitasi lingkungan dan edukasi bencana di Desa Genuren, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan tersebut dalam rangka pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

Mahasiswa gabungan dari Program Studi Teknik Pertambangan, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Prodi Arsitektur Universitas Syiah Kuala melakukan kegiatan penelusuran jejak bencana sebagai tahap awal penyusunan peta mitigasi bencana.

Kegiatan ini dilakukan dengan menelusuri langsung wilayah desa untuk mengidentifikasi area rawan, sangat rawan, dan relatif aman dari potensi bencana.

Dosen Pengawas Lapangan, yakni Ir. Sofyan, ST MT, Ir. Pocut Nurul Alam, MT dan Dr. Ir. Elysa Wulandari, M.T dalam penyampaiannya kepada reje atau Kepala Desa Genuren menjelaskan bahwa penyusunan peta mitigasi bencana merupakan bagian penting dari fokus program.

“Karena salah satu dari fokus utama kami adalah edukasi bencana, maka kami bersama adik-adik mahasiswa akan berusaha membuat peta mitigasi bencana,” ujar Sofyan.

Perwakilan mahasiswa dari Program Studi Teknik Pertambangan, M. Zhiqra Al Khatami, menjelaskan bahwa peta mitigasi tersebut dirancang sebagai media edukasi yang mudah dipahami oleh masyarakat.

“Kami akan memaksimalkan fungsi utama dari peta mitigasi bencana untuk mengedukasi masyarakat secara visual dan membantu masyarakat memahami risiko bencana,” jelasnya.

Kegiatan ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, di mana mahasiswa tidak hanya melakukan kajian akademik, tetapi juga terjun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam prosesnya, mahasiswa melakukan pendataan jejak bencana serta pemetaan wilayah sangat rawan, rawan, dan aman dengan berjalan kaki hingga beberapa kilometer, menyusuri kontur desa dan titik-titik yang berpotensi terdampak bencana.

Kegiatan ini dilakukan secara bertahap dengan peralatan sederhana.

Mahasiswa Teknik Pertambangan M Tri Sulthan Nurrahman menegaskan bahwa proses pemetaan membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

“Proses pemetaan kemungkinan akan berlangsung lama karena kami hanya bermodalkan jalan kaki dan alat seadanya. Namun, kami tetap berusaha semaksimal mungkin demi mengedukasi masyarakat yang masih awam terkait mitigasi bencana,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap peta mitigasi bencana yang dihasilkan dapat menjadi pedoman bagi masyarakat Desa Genuren dalam mengenali risiko bencana di wilayahnya.

Program mahasiswa berdampak ini diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan baik dalam peningkatan kesiapsiagaan masyarakat maupun dalam memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.(*)

You can share this post!