Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya mengimplementasikan pembelajaran berbasis pengalaman dengan mewajibkan mahasiswa mengikuti program magang. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja profesional.
Salah satu mahasiswa dari peminatan New Media, Abd Basid, memilih untuk magang di ruang redaksi Radar Madura. Ketertarikan Basid terhadap jurnalistik digital yang menuntut kecepatan, akurasi, dan kedalaman informasi menjadi alasan di balik pilihannya. Menurutnya, era media saat ini mengharuskan jurnalis tidak hanya cepat dalam menyampaikan berita, tetapi juga mampu menyajikan informasi yang kontekstual dan dapat dipertanggungjawabkan.
Radar Madura, bagian dari jaringan Jawa Pos Group, merupakan media lokal yang memiliki reputasi kuat dalam menyajikan isu-isu Madura secara autentik. Media ini dikenal dengan karakter pemberitaan yang dekat dengan masyarakat serta adaptif terhadap perkembangan multiplatform.
Salah satu fitur khas Radar Madura adalah rubrik Features lokal, yang menyajikan narasi budaya, tradisi, dan kehidupan masyarakat Madura melalui pendekatan storytelling yang humanis. Artikel seperti "Tradisi Ziarah Buju’ saat Lebaran Ketupat di Pamekasan" menjadi contoh bagaimana rubrik ini tidak hanya menginformasikan, tetapi juga merangkai kisah yang menguatkan identitas budaya lokal.
Selama magang, Basid terlibat dalam berbagai kegiatan di redaksi, antara lain:
Keterlibatan langsung ini memberikan Basid kesempatan untuk menghubungkan teori yang dipelajari di bangku kuliah, termasuk dasar jurnalistik dan praktik new media, dengan kebutuhan dunia kerja. Selain memperkuat keterampilan teknis seperti menulis, menyunting, dan verifikasi data, ia juga berlatih mengelola waktu, bekerja dalam tim, dan beradaptasi dengan ritme kerja industri media yang dinamis.