1. Bitcoin merosot ke level terendah sejak November 2024: Pada sesi perdagangan tanggal 5 Februari, Bitcoin turun 13% dan menembus angka $64.000 karena aksi jual semakin intensif dan keraguan tentang masa depan aset digital tersebut meningkat. Mata uang kripto terkemuka ini sempat turun ke $62.303,19, level terendahnya sejak November 2024. Penembusan di atas $70.000 memicu tekanan jual yang lebih kuat, membawa nilai aset tersebut mendekati level yang tercatat sebelum pemilihan presiden AS 2024.
2. Saham BYD anjlok, industri kendaraan listrik China menghadapi tantangan besar: Aksi jual saham BYD telah merugikan perusahaan lebih dari $60 miliar nilai pasar sejak Mei, mencerminkan kekhawatiran investor tentang prospek keuntungan industri kendaraan listrik China. Saham BYD, yang terdaftar di Wilayah Administratif Khusus Hong Kong (China), melanjutkan tren penurunan, kehilangan 7% minggu lalu, setelah angka penjualan tidak mencapai ekspektasi investor, yang berdampak negatif pada seluruh industri.
3. IndiGo berencana meluncurkan rute baru New Delhi-Shanghai: Maskapai penerbangan terbesar di India, IndiGo, berencana segera meluncurkan penerbangan langsung antara New Delhi dan Shanghai. Jika disetujui, ini akan menjadi rute langsung ketiga antara kedua negara tersebut. Sumber-sumber mengindikasikan bahwa maskapai tersebut bermaksud meluncurkan rute tersebut pada akhir Maret atau awal April, tergantung pada persetujuan regulator.
4. Harga bijih besi turun di bawah $100/ton karena permintaan yang lemah: Harga bijih besi turun di bawah $100/ton pada tanggal 6 Februari, karena melambatnya permintaan di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek dan tanda-tanda kelebihan pasokan di pasar. Sejalan dengan itu, di pasar Singapura, harga berjangka bijih besi (kandungan besi 61%) turun 1,3% menjadi $99,35/ton. Terakhir kali harga bijih besi diperdagangkan di bawah $100/ton adalah pada bulan Agustus tahun lalu.
Sumber: https://baotintuc.vn/kinh-te/diem-tin-kinh-te-the-gioi-noi-bat-ngay-622026-20260206205944680.htm