Jakarta — Sebuah klaim yang beredar di media sosial menyebutkan cara sederhana untuk mendeteksi penyakit jantung, yakni dengan mencelupkan jari ke dalam air es selama 30 detik. Dalam narasi tersebut, jari yang memerah setelah direndam dianggap menandakan jantung sehat, sedangkan jari yang berubah kebiruan disebut sebagai tanda adanya masalah pada jantung.
Dokter jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menegaskan metode tersebut tidak dapat dijadikan standar untuk menilai kesehatan jantung. Menurutnya, informasi seperti itu boleh disampaikan kepada dokter saat konsultasi, namun tidak bisa dipakai sebagai patokan diagnosis.
“Sebenernya, merendam tangan di air dingin tentu tidak bisa dipakai sebagai standar menentukan kesehatan jantung. Ya tapi boleh saja disampaikan ke dokter (tentang keadaan) ketika sedang konsultasi, sebagai keterangan,” kata dr Vito, Selasa (24/12/19).
dr Vito menjelaskan, saat jari direndam dalam air dingin, pembuluh darah di area tersebut akan menguncup. Dampaknya, kulit jari cenderung tampak pucat, bukan membiru. Respons ini terjadi karena tubuh memprioritaskan sirkulasi darah hangat untuk mengalir ke bagian sentral dan organ-organ penting.
Ia menambahkan, jari atau mulut dapat tampak membiru (sianosis) pada kondisi kekurangan oksigen yang ekstrem, seperti pada gagal jantung berat, serta pada kondisi penyakit jantung bawaan tertentu.
“Jari-jari atau mulut akan tampak menjadi biru (sianosis) pada saat tubuh mengalami kondisi kekurangan oksigen ekstrim pada gagal jantung berat, dan pada kondisi penyakit jantung bawaan tertentu,” jelasnya.
Selain meluruskan klaim yang viral, dr Vito juga menyampaikan beberapa tanda sederhana yang dapat menjadi sinyal gangguan jantung dan perlu diperiksakan lebih lanjut.
Sesak napas mendadak saat malam hari, terutama bila terbangun karena sesak dan membaik saat duduk, dapat menjadi tanda jantung lemah.
Dada terasa berat saat berjalan atau aktivitas fisik dan keluhan mereda setelah beristirahat dapat mengarah pada penyempitan pembuluh darah koroner. Kondisi ini juga dapat berkembang menjadi potensi serangan jantung.
Kaki bengkak dengan kulit yang bila ditekan melesak dan membutuhkan waktu lama untuk kembali normal bisa menjadi tanda penyakit jantung, yang mungkin berkaitan dengan kelemahan pompa jantung.
Dokter mengingatkan, pemeriksaan kesehatan jantung memerlukan penilaian medis yang tepat. Jika mengalami keluhan yang mengarah pada gangguan jantung, masyarakat disarankan berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan.