Radar Media Digital - SATUMEDIA.ID – Menjelang pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, kekhawatiran terhadap situasi geopolitik global masih menjadi perhatian. Sejumlah pihak mengingatkan agar kondisi tersebut tidak mengganggu kekhusyukan jamaah saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Organisasi Relasi Sosial menilai ketegangan di berbagai kawasan dunia berpotensi menimbulkan dampak psikologis, meski tidak secara langsung menghambat pelaksanaan haji. Karena itu, mereka mendorong adanya penguatan doa dan solidaritas.
Pengurus Relasi Sosial, Abay Firman, mengatakan jamaah haji, termasuk dari Kabupaten Bandung Barat, perlu tetap menjaga fokus ibadah di tengah situasi global yang tidak menentu.
“Situasi dunia memang sedang tidak stabil, tetapi jamaah diharapkan tetap tenang dan khusyuk dalam menjalankan ibadah,” kata Abay, Selasa(7/4/2026).
Menurut dia, ibadah haji merupakan momentum spiritual yang melampaui sekat geografis dan latar belakang sosial. Dalam pelaksanaannya, jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul dalam satu tujuan yang sama.
“Haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga refleksi spiritual yang menegaskan nilai persaudaraan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Relasi Sosial juga mengajak masyarakat untuk turut mendoakan kelancaran penyelenggaraan haji tahun ini, termasuk bagi para petugas yang bertugas mendampingi jamaah.
Sementara itu, pemerintah memastikan kesiapan penyelenggaraan terus ditingkatkan. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyatakan koordinasi lintas instansi diperkuat untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan.
“Penguatan koordinasi dan sistem mitigasi terus dilakukan agar jamaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman,” kata Boy.
Ia menambahkan, situasi global tidak boleh mengurangi semangat umat Islam dalam menunaikan rukun Islam kelima. Pemerintah, kata dia, berupaya memastikan seluruh jamaah dapat berangkat dan kembali ke Tanah Air dengan selamat.*