Kemhan: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Operasi Kemanusiaan, Bukan Agresi
Nasional

Kemhan: Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Operasi Kemanusiaan, Bukan Agresi

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan RI kembali menekankan bahwa kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi akan digunakan Indonesia, dalam hal ini TNI Angkatan Laut, untuk operasi militer selain perang (OMSP).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Giuseppe Garibaldi salah satunya akan digunakan untuk operasi penanggulangan bencana.

“Karena ada dek helikopternya, bisa menampung sampai dengan enam helikopter, bahkan lebih. Kalau itu (ITS Giuseppe Garibaldi) kemarin misalnya kita sudah punya pada saat (operasi penanggulangan) bencana di Sumatra, mungkin akan memudahkan helikopter dalam pendistribusian logistik, pendistribusian barang, manusia, dan sebagainya tanpa harus bolak-balik ke pangkalan udara atau yang cukup jauh,” ujar Rico saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (25/2) petang.

Rico menambahkan, operasi TNI akan lebih efektif dan efisien jika sudah memiliki ITS Giuseppe Garibaldi. Nantinya, kapal-kapal kecil juga bisa suplai ulang bahan bakar minyak (BBM) dan logistik ke kapal induk.

Kemhan RI juga menegaskan bahwa Giuseppe Garibaldi tidak akan membuat Indonesia agresif dan suka menginvasi. Saat ini, pertahanan Indonesia menggunakan konsep defense aktif.

“Tidak ada niatan dari bangsa kita, bangsa Indonesia, dengan memiliki kapal induk seperti ini bersifat agresif, itu tidak ada. Jadi tidak ada sifat invasif (suka invasi). Sekali lagi, ini akan digunakan untuk bantuan-bantuan kemanusiaan, operasional operasi militer selain perang,” tutur Rico.

Kemhan RI menyatakan bahwa hibah Giuseppe Garibaldi merupakan bagian dari kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Italia lewat skema government to government (G2G).

Tidak ada feedback atau skema timbal balik yang spesifik di luar mekanisme resmi yang berlaku. Anggaran yang terlanjur sudah disiapkan pemerintah Indonesia akan dialokasikan untuk kebutuhan retrofit kapal dalam rangka penyesuaian kebutuhan operasi TNI dan TNI AL.

“Jadwal kedatangan Giuseppe Garibaldi masih dibahas karena bergantung kesiapan teknis kapal dan penyelesaian administrasi hibah, termasuk proses dismantling (pembongkaran) peralatan tertentu oleh pihak Italia,” kata Rico.

Di sisi lain, TNI AL juga telah menyiapkan dermaga dan pembinaan calon awak kapal Giuseppe Garibaldi. (nma)

You can share this post!