KA Sangkuriang dan Empat KA Favorit Membanjiri Penumpang Saat Libur Sekolah
Lifestyle

KA Sangkuriang dan Empat KA Favorit Membanjiri Penumpang Saat Libur Sekolah

Radar Media Digital - BANDUNG, PelitaJabar – Minat masyarakat menggunakan Kereta Api (KA) sebagai transportasi utama, tampak dari tingginya okupansi selama musim libur sekolah. Bahkan, terdapat lima KA favorit, dimana KA Sangkuriang menduduki posisi pertama.

Berikut lima KA dengan jumlah pelanggan terbanyak selama periode libur sekolah :

– KA Sangkuriang,

– KA Kahuripan,

– KA Malabar,

– KA Papandayan, dan

– KA Mutiara Selatan.

KA (7044) Sangkuriang menjadi kereta api dengan tingkat okupansi tertinggi. Dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 7.040 kursi selama periode tersebut, KA relasi Bandung-Ketapang PP ini melayani sebanyak 19.997 pelanggan atau okupansi mencapai 284,0 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Posisi berikutnya ditempati KA (70) Malabar relasi Bandung–Malang PP yang melayani 18.768 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, dengan tingkat okupansi sebesar 225,6 persen.

Selanjutnya, KA Kahuripan (274) relasi Kiaracondong–Blitar PP melayani 23.707 pelanggan dari kapasitas 11.872 tempat duduk atau mencatat okupansi 199,7 persen.

KA (129) Papandayan relasi Garut-Gambir PP juga menjadi salah satu favorit masyarakat dengan jumlah pelanggan mencapai 14.013 orang dari kapasitas 7.520 tempat duduk atau okupansi sebesar 186,3 persen.

Sementara itu, KA (72) Mutiara Selatan relasi Bandung–Surabaya Gubeng PP melayani 13.934 pelanggan dari kapasitas 8.320 tempat duduk, dengan tingkat okupansi mencapai 167,5 persen.

Selain kereta api favorit, sejumlah relasi perjalanan juga menjadi tujuan utama pelanggan selama musim libur sekolah. Lima relasi dengan permintaan tertinggi yakni

– Bandung–Gambir,

– Bandung–Yogyakarta,

– Kiaracondong–Kutoarjo,

– Kiaracondong–Lempuyangan, serta

– Bandung–Surabaya Gubeng.

“Selama masa libur sekolah, kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan masyarakat. Tingginya tingkat okupansi pada sejumlah KA juga menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat untuk berwisata maupun bersilaturahmi bersama keluarga,” jelas Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, Selasa 7 Juli 2026.

Dikatakan, tingginya angka okupansi tidak berarti terjadi kelebihan kapasitas tempat duduk, melainkan akumulasi jumlah pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun atau dinamis.

“KAI menerapkan sistem penjualan tiket sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia pada setiap segmen perjalanan. Dengan demikian, seluruh pelanggan tetap memperoleh tempat duduk sesuai tiket yang dimiliki, meskipun secara akumulatif tingkat okupansi dapat melebihi 100 persen,” pungkasnya. ***

Komentari

You can share this post!