Jawa Pos Radar Banyuwangi Siapkan Strategi untuk 2026 dengan Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi
Radar Digital

Jawa Pos Radar Banyuwangi Siapkan Strategi untuk 2026 dengan Fokus pada Inovasi dan Kolaborasi

RADARBANYUWANGI.ID – Dalam rangka menyambut tahun 2026, Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) menggelar rapat akbar di Ruang Seblang, Gedung Grha Pena, pada Jumat (27/2). Acara ini dihadiri oleh seluruh jajaran manajemen, kepala divisi, dan karyawan dari Banyuwangi, Situbondo, dan Genteng.

Rapat akbar ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi kinerja tahun lalu dan memaparkan rencana strategis perusahaan ke depan. JP-RaBa mengusung semangat optimisme dengan target pertumbuhan positif, baik dari sisi omzet, oplah koran, maupun penguatan lini digital.

Inovasi sebagai Kunci

Direktur JP-RaBa, Samsudin Adlawi, dalam sambutannya menekankan bahwa inovasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan yang semakin dinamis di industri media. "Tahun ini kita harus penuh inovasi demi kemajuan koran maupun lini digital," ujarnya di hadapan peserta rapat.

Konsolidasi dan Strategi Menuju 2026

Rapat akbar tersebut berfokus pada dua agenda besar: evaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya dan pemaparan strategi perusahaan untuk menghadapi tantangan menuju 2026. JP-RaBa berkomitmen untuk memperkuat integrasi antara media cetak dan digital di tengah transformasi digital yang semakin pesat. Semangat "tandang bareng" menjadi dorongan bagi seluruh elemen perusahaan agar tetap relevan dan kompetitif.

Acara ini juga berfungsi sebagai ajang konsolidasi internal untuk memperkuat sinergi antardivisi. Dengan soliditas yang terjaga, manajemen optimis perusahaan dapat terus tumbuh dan berkembang. "Kita harus tetap menjaga semangat dan kekompakan agar bisa terus bertumbuh dan menghadapi tantangan ke depan," tambah Samsudin.

Pentingnya Kolaborasi

Wakil Direktur JP-RaBa, Sidrotul Muntaha, menegaskan bahwa kolaborasi antardivisi sangat penting di era digital saat ini. Menurutnya, pola kerja individual sudah tidak relevan dalam menghadapi persaingan yang cepat berubah di industri media. "Sekarang zamannya kolaborasi. Tidak ada ceritanya antardivisi berjalan sendiri-sendiri. Jika dikerjakan bersama, ke depannya target perusahaan akan lebih mudah tercapai dan pekerjaan pun terasa lebih ringan karena dipikul bersama," ujarnya.

You can share this post!