Pendidikan di era modern telah mengalami transformasi signifikan seiring dengan perkembangan teknologi digital. Metode pembelajaran yang dulunya hanya bergantung pada papan tulis dan buku teks kini telah berkembang menjadi lebih interaktif dan menarik. Miftahul Jannah, seorang pendidik di SMPN 2 Kutorejo, mengimplementasikan berbagai platform digital untuk meningkatkan pengalaman belajar di kelas.
Dengan memanfaatkan aplikasi seperti Canva, Wayground, Google Form, dan Google Doc, Miftahul berupaya untuk meningkatkan minat belajar serta keterampilan literasi digital siswa. Menurutnya, penggunaan media digital tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan imajinasi siswa dengan konsep pembelajaran yang diajarkan.
“Media pembelajaran kreatif memungkinkan terciptanya suasana belajar yang aktif dan dapat menumbuhkan daya pikir kritis pada anak didik,” ujarnya. Miftahul juga mengintegrasikan pendekatan kontekstual dalam proses pembelajaran, yang mengaitkan materi dengan situasi nyata di sekitar siswa. Hal ini diharapkan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan.
Lebih lanjut, Miftahul menggarisbawahi bahwa teknologi digital bukanlah pengganti guru, melainkan mitra yang dapat memperkaya pengalaman belajar. Dengan pemanfaatan teknologi yang bijak oleh pendidik, siswa, dan orang tua, pembelajaran dapat menjadi lebih dinamis dan inklusif, sesuai dengan kebutuhan zaman. “Masa depan pendidikan ada di tangan generasi yang mampu mengelola teknologi dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, Miftahul juga aktif mengikuti pelatihan terkait koding dan kecerdasan artifisial (KKA). Ia berusaha mengintegrasikan koding dan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. “Ini merupakan langkah untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di dunia yang semakin digital,” jelasnya.