Inovasi Dua Siswi SMA 2 Cilacap: Ompreng Pendeteksi Makanan MBG
Dari keresahan muncul inovasi, itulah yang dilakukan oleh dua siswi SMA Negeri 2 Cilacap, Alya Meisya dan Felda Triana. Mereka menciptakan Ompreng, sebuah alat yang dirancang untuk mendeteksi makanan basi, terutama dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.
Kepedulian Alya Meisya Nazwa (16) dan Felda Triana Wati (16) terhadap meningkatnya kasus keracunan makanan menjadi latar belakang lahirnya inovasi ini. "Kami menciptakan alat ini karena prihatin banyak kasus keracunan. Ompreng bisa mendeteksi kebasian makanan, terutama makanan MBG yang dibagikan di sekolah," ungkap Alya.
Deskripsi Alat Ompreng
Ompreng berbentuk kotak makan besar yang dilengkapi dengan sensor khusus di bagian tutupnya. Cara kerjanya sederhana: makanan dimasukkan ke dalam wadah, dan dalam waktu 3 hingga 5 menit, sensor akan membaca kondisi makanan tersebut.
- Untuk makanan hewani, digunakan sensor MQ135.
- Sementara untuk bahan nabati, terdeteksi melalui sensor MQ3.
Jika indikator menunjukkan kondisi yang tidak aman, alat ini akan memberikan peringatan otomatis. Selain itu, pengguna dapat memantau data hasil pendeteksian melalui aplikasi Blynk IoT yang terhubung dengan jaringan WiFi ponsel.
"Jadi bisa dipantau langsung lewat ponsel," tambah Alya, menjelaskan kemudahan penggunaan alat tersebut. Menurutnya, Ompreng telah melalui uji laboratorium untuk memastikan akurasinya dalam mendeteksi kebasian makanan.
Pencapaian dalam Lomba Inovasi
Karya Alya dan Felda mendapatkan pengakuan luas setelah meraih Juara II dalam ajang Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) Regional Jateng-DIY 2025. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring pada 11 hingga 23 September 2025, diikuti oleh 61 tim dari SMA sederajat di wilayah Jawa Tengah dan DIY, yang menampilkan inovasi di berbagai bidang.
"Alhamdulillah dapat juara dua. Harapannya bisa dikembangkan lebih lanjut supaya bisa bermanfaat lebih luas untuk masyarakat," kata Alya mengekspresikan rasa syukur atas pencapaian mereka.




