Seorang influencer muda, Abil Sudirman, bersama timnya, berhasil menarik perhatian publik setelah meluncurkan sebuah website berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI) bernama Nemesis. Platform ini dirancang untuk mendeteksi dan menyoroti anggaran yang janggal di berbagai lembaga dan kementerian di Indonesia.
Nemesis menyediakan kemudahan akses bagi masyarakat untuk menelusuri anggaran-abstrak dalam satu tempat, menjadikan informasi yang sebelumnya sulit dipahami menjadi lebih transparan. Salah satu temuan mencolok dari website ini adalah anggaran yang diajukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Beberapa anggaran yang disorot oleh Nemesis di Pemprov DKI Jakarta antara lain:
Meskipun Nemesis menawarkan kemudahan dalam akses informasi, penting untuk diingat bahwa teknologi AI memiliki keterbatasan dalam analisis data. Website ini menyertakan disclaimer yang menyatakan bahwa hasil klasifikasi AI dapat keliru dan sebaiknya digunakan sebagai acuan awal, bukan sebagai satu-satunya dasar penilaian.
Abil Sudirman dan tim berharap bahwa platform ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih kritis terhadap penggunaan anggaran publik. Dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam mengawasi dan memahami pengeluaran pemerintah.
Dengan tujuan menerapkan audit AI pada skala yang lebih luas, Nemesis menjadi langkah inovatif dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas anggaran publik di Indonesia.