Kendari (ANTARA) - Gerbang Jalan Wisata Kendari-Toronipa, yang baru-baru ini menjadi perhatian publik akibat kerusakan, kini telah menjalani perbaikan. Beberapa bagian pilar yang mengalami kebocoran akibat tindakan vandalisme telah ditambal, mengembalikan fungsi gerbang tersebut.
Pembangunan gerbang ini menelan anggaran sebesar Rp32 miliar dan sebelumnya viral di media sosial karena masyarakat mengira bahwa pilar-pilarnya terbuat dari beton utuh. Namun, terungkap bahwa terdapat ruang kosong di dalam pilar-pilar tersebut.
Indrayadhi, seorang warga Kendari, mengungkapkan bahwa ia selama ini mengira bahwa pilar gerbang yang besar dan kokoh tersebut dibangun dengan campuran beton yang padat. "Saya juga baru tahu kalau di dalamnya itu ternyata kosong, hanya seperti gypsum yang menutupi gerbang itu," ujarnya saat ditemui.
Dia menyatakan penyesalannya saat melihat kondisi pilar gerbang, yang kini menjadi tempat beberapa ekor ayam. "Seperti yang kita lihat, kondisinya sudah banyak mengalami kerusakan," katanya.
Indrayadhi juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan oknum yang merusak gerbang tersebut, yang merupakan salah satu ikon Kota Kendari. Berdasarkan pantauan, beberapa lubang yang menjadi sorotan masyarakat kini telah diperbaiki, meskipun kerusakan sebelumnya cukup menarik perhatian publik.
Gerbang Jalan Wisata Kendari-Toronipa, yang baru saja diresmikan, kini mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat, terutama terkait dengan kualitas pembangunan yang tidak sesuai harapan meskipun dengan anggaran yang cukup besar.