Beranda
Berita
Utama
Gerakan ITB Peduli Sumatra Rampungkan Pipanisasi Air 2,5 km di Desa Jamat dalam Tiga Hari
Jumat, 20 - Februari - 2026, 08:38:22
Oleh - - -
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id — Gerakan ITB Peduli Sumatra bersama mahasiswa program “Mahasiswa Berdampak” serta dukungan masyarakat setempat berhasil menyelesaikan pembangunan pipanisasi air bersih sepanjang 2,5 kilometer di Desa Jamat, Kabupaten Aceh Tengah, dalam waktu tiga hari.
Gerakan ITB Peduli Sumatra merupakan inisiatif kolaboratif lintas lembaga keluarga besar Institut Teknologi Bandung. Kolaborasi ini melibatkan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK) ITB, Ikatan Alumni ITB (IA ITB), Pengurus Daerah Ikatan Alumni ITB di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, Yayasan Pembina Masjid Salman ITB, serta Lembaga Amil Zakat Nasional Rumah Amal. Sinergi tersebut turut diperkuat dengan dukungan Ikatan Istri Dokter Indonesia.
Program pipanisasi air bersih ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pembangunan 75 unit hunian sementara (huntara) di area relokasi warga Desa Jamat yang ditargetkan rampung sebelum Hari Raya Idulfitri. Ketersediaan akses air bersih menjadi kebutuhan mendasar agar huntara dapat segera dihuni secara layak.
Pelaksanaan kegiatan menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Sumber air berada di ketinggian sekitar 550 meter di atas permukaan laut (mdpl). Jalur pipa kemudian menurun tajam hingga sekitar 50 mdpl di area sungai, sebelum kembali menanjak menuju lokasi huntara di ketinggian kurang lebih 450 mdpl. Total pipa HDPE berdiameter 1 inci yang dipasang mencapai 2.570 meter.
Koordinator Mahasiswa Berdampak ITB, Aquia Davva Ismoyo (Oseanografi, 2024) menyampaikan bahwa dirinya bersama 16 mahasiswa lainnya telah berada di Desa Jamat lebih dari satu pekan diawali dengan kebutuhan air bersih dan survei awal sumber air. Proses pemasangan pipa dilakukan dari area huntara, menurun hingga lembah sungai, lalu kembali naik menuju sumber air.
“Selama berkegiatan di sini, banyak sekali kesan yang saya dapat, apalagi ketika para warga terjun langsung untuk membantu kami, membuat pekerjaan cepat selesai dan lebih berharga karena hasil usaha bersama,” ujar Davva.
Ia menambahkan, terdapat banyak pembelajaran lapangan yang tidak diperoleh di ruang kelas, terutama dalam menghadapi tantangan teknis mengalirkan air ke huntara yang posisinya lebih tinggi dibandingkan dusun sebelumnya. Kondisi Dusun Jamat yang telah lama masuk zona merah dan harus direlokasi juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan program.
Hal senada disampaikan Kepala Desa Dusun Jamat, Reje. Ia menilai program pipanisasi air bersih ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Medan yang berkelok dan berketinggian ekstrem membuat penerapan program menjadi sulit, namun dapat teratasi berkat kerja sama semua pihak.
“Melihat dukungan luar biasa dari Gerakan ITB Peduli Sumatra ini, kami bersemangat untuk membantu proses pipanisasi sampai akhir. Air pun bisa keluar di area huntara, sangat bersyukur sekali,” kata Reje.
Keberhasilan tersebut mendapat kunjungan langsung dari Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., yang memberikan apresiasi atas kerja keras Gerakan ITB Peduli Sumatra, khususnya DPMK ITB, Rumah Amal Salman, dan Ikatan Alumni ITB. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh tim Mahasiswa Berdampak yang terlibat langsung di lapangan.
“Saya melihat dari huntara ini, sumber air berada di ketinggian yang tidak mudah, sehingga bisa masuk dan naik ke area huntara. Ini adalah kerja teknis yang tidak sederhana dan patut diapresiasi. Terima kasih kepada seluruh tim Mahasiswa Berdampak, baik mereka yang datang di batch 1 dan juga batch 2 yang telah bekerja keras bersama masyarakat,” ujar Prof. Tata.
Keberhasilan penyelesaian pipanisasi air bersih dalam waktu singkat ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara mahasiswa, relawan, dan masyarakat Desa Jamat. Program tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur dasar yakni tentang kebutuhan air bersih, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta menghadirkan harapan baru bagi warga untuk menyambut Hari Raya Idulfitri dengan kondisi yang lebih baik.***
#itb #itb berdampak #mahasiswa berdampak #pengabdian masyarakat #banjir sumatra #desa jamat #pipanisasi air bersih #hunian sementara #kolaborasi itb #tanggap bencana #sdg6 #clean water and sanitation #sdg11 #sustainable cities and communities #sdg9 #industry innovation and infrastructure #sdg17 #partnerships for the goals #sdg1 #no poverty #sdg3 #good health and well being
Berita Terbaru
Rumah Anak Bangsa, Hunian Gratis Wujud Solidaritas Alumni ITB bagi Mahasiswa
VGOS Observatorium Bosscha ITB, Perluas Peran Indonesia di Riset Astronomi dan Geodesi Global
TKT ITB April 2026, Hadirkan Ekosistem Pengembangan Karier yang Lebih Komprehensif
Respons Era Society 5.0, ITB Resmi Luncurkan Program Magister Kecerdasan Sistem
ITB Siap Gelar UTBK 2026, Tampung Lebih dari 18 Ribu Peserta
Terkait
Meugang di Bumi Linge, ITB dan Rumah Amal Salman Hadirkan Kebahagiaan melalui Pemotongan Kerbau di Desa Jamat
DPMK dan P-P2Par ITB Inisiasi Pengembangan Desa Geowisata Usaha Jaya (Kafopojey) di Kawasan Misool, Raja Ampat
Sanitation Heroes ITB Bangun Bak Penangkap Mata Air, Solusi Air Bersih Kampung Lebak Kaso, Sumedang
DPMK ITB dan Pemerintah Desa Jalancagak, Subang Kaji Penataan Kawasan Mata Air Cileuleuy untuk Pariwisata Terpadu