JAKARTA, KOMPAS.com- Kaum jomblo, kalian pasti pernah gak lihat orang pacaran dan langsung berpikir “when ya”?
Udah coba download berbagai dating apps tapi belum nemu yang cocok. Kadang juga ngerasa malas untuk kenal dengan orang baru, rasa-rasanya wasting time!
Kontradiktif banget ya… Pengen punya pacar tapi malas kenal orang baru… plus takut untuk komitmen.
Tapi ada layanan yang mungkin bisa kamu pertimbangkan, namanya jasa sewa pacar! Yuk, kita lihat lebih jauh fenomena ini dari talent (penyedia jasa) dan juga customer.
Menjadi “pacar sewaan”: cerita dari balik layar talent
Anya (25 tahun) membagikan pengalamannya saat menjadi talent selama setahun (2023-2024) karena sedang gabut. Jasa yang ia tawarkan hanya terbatas pada chatting melalui Telegram.
“ Usually people charge mulai dari 5k/jam up to 40k per day. Gue range -nya ga setinggi itu. Ga tau deh client gue berapa, like way over 40? 50? A lot of different people, ” kata Anya.
“(Jasanya) chat aja. Jam kerjanya tergantung hourly atau daily sama aktivitas yang dipilih. Jam kerjanya bisa fixed (biasanya 12 jam) atau dari bangun sampe tidur lagi, tapi kayak chat sama pacar biasa aja dan gak ada ekspektasi harus selalu available. Di sini peran gue fluid (tidak terbatas boyfriend atau girlfriend), jadi nyesuain mau customer," ujar Anya lagi.
Anya menuturkan, sebagai talent, ia dihubungkan oleh seorang penengah yang menjaga jarak antara dirinya dengan calon klien.
Selain itu, ada boundaries yang jelas pula antara talent dan klien, mulai dari soal pilihan politik, hingga kesepakatan untuk enggak membahas hal-hal yang bersifat seksual.
"Ada penengah jadi lo gak kontakan langsung (dengan customer) sebelum sessionnya, sebagai boundaries. Boundaries itu beda tiap talent," kata Anya.
"Ada yang nggak mau conversations soal self-harm/suicide, gak boleh conversations yang mengarah ke NSFW (18+). Kalo untuk privasi aman-aman aja, we don't usually share real life identities," ujar dia.
Tapi, beberapa talent masih merasakan pengalaman kurang menyenangkan, seperti kasus borderline sexual harassment atau crossing boundaries.
Talent berhak untuk mengajukan cancellation, refund, atau reschedule yang diatur oleh masing-masing komunitas.
Pengalaman menggunakan jasa sewa pacar
Rina (24) bercerita bahwa ia pernah menggunakan jasa ini.