Radar Media Digital - Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), penipuan digital meningkat pesat. Data dari VIDA menunjukkan lonjakan kasus penipuan digital terjadi pada periode ini, seiring dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat.
Kenaikan kasus penipuan ini terjadi saat masyarakat bersiap menyambut Lebaran. Pelaku penipuan memanfaatkan momentum pencairan THR untuk melancarkan aksinya, dengan beradaptasi terhadap sistem pertahanan yang ada.
Niki Luhur, Founder & Group CEO VIDA, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dua modus penipuan utama yang beredar. Pertama adalah phishing atau smishing, di mana pelaku menyamar sebagai instansi logistik atau menawarkan promo palsu melalui pesan SMS. Modus ini mirip dengan metode fake BTS yang sebelumnya ditemukan, di mana pesan palsu dapat terlihat seolah berasal dari institusi resmi.
Modus kedua adalah malware, di mana pelaku memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya yang disamarkan sebagai dokumen penting. Setelah terunduh, aplikasi ini dapat terpasang otomatis dan memberikan akses kepada pelaku untuk memantau perangkat korban, termasuk informasi sensitif yang tersimpan.
Kedua modus ini memiliki kesamaan dalam upaya memperoleh akses terhadap password atau kredensial pengguna. Situasi ini menunjukkan bahwa pengguna harus lebih berhati-hati, karena keamanan digital tidak dapat hanya bergantung pada password saja.