Penetapan desa konservasi memperkuat upaya perlindungan pesut.
Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Ahmad Fikri Noor
Foto: dok Pertamina
Pesut Mahakam (Orcaella Brevirostris) adalah fauna endemik Sungai Mahakam yang dilindungi undang-undang. Pada 2020, satwa ini telah berstatus terancam punah (critically endangered/CR) berdasarkan IUCN Red List.
REPUBLIKA.CO.ID, KUTAI KERTANEGARA — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menetapkan Desa Muhuran di Kecamatan Kota Bangun dan Desa Sabintulung di Kecamatan Muara, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam, melengkapi Desa Pela yang lebih dulu ditetapkan sebagai desa konservasi. Dalam pernyataannya, Sabtu (7/2/2026), Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan penetapan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) yang berstatus kritis, di Kawasan Konservasi Perairan Mahakam. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH Rasio Ridho Sani menegaskan Pesut Mahakam tidak hanya satwa dilindungi, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem Sungai Mahakam.
"Karena itu, pelestarian habitatnya harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, serta masyarakat lokal," katanya seperti dikutip dari pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup.
Baca Juga
Presiden Alokasikan Rp2 Triliun untuk Konservasi Way Kambas
Segera Mekar, Bunga Bangkai di Kebun Raya Bogor Jadi Sarana Edukasi Konservasi
900 Ribu Hektare Perkebunan Sawit Dikembalikan Jadi Hutan Konservasi
Kementerian menjelaskan kawasan danau dan Sungai Mahakam merupakan ekosistem penting yang tidak hanya menjadi habitat pesut, tetapi juga berbagai spesies lain seperti bekantan, berang-berang, bangau, dan satwa air lainnya. Kementerian menambahkan kawasan perairan Mahakam juga memiliki peran strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Dalam pernyataan Kementerian Lingkungan Hidup, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan seluruh aktivitas di kawasan Mahakam, seperti perikanan, transportasi air, perkebunan, pertambangan, dan pariwisata, harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak merusak habitat Pesut Mahakam. Hanif juga mendorong penguatan pengelolaan sampah dan limbah di kawasan Sungai dan Danau Mahakam guna mencegah pencemaran perairan serta menjaga kualitas habitat satwa.
Dalam pernyataannya, Kementerian Lingkungan Hidup mengatakan pihaknya membuka akses seluas-luasnya bagi laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran atau perusakan lingkungan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme penegakan hukum. Kementerian juga menyebutkan saat ini pemerintah tengah menyiapkan pengembangan biodiversity credit yang berintegritas dan berpihak pada masyarakat lokal.
Pemerintah berharap Kawasan Konservasi Pesut Mahakam dapat menjadi contoh pengelolaan keanekaragaman hayati berkelanjutan dengan manfaat alam dan lingkungan hidup yang adil dan seimbang (fair and equitable benefits), serta menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan hidup.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
Advertisement
kementerian lingkungan hidup
klh
pesut mahakam
sungai mahakam
desa konservasi
satwa dilindungi
satwa langka
Berita Terkait
News - 21 February 2026, 17:10
Dari Aceh Hingga Riau: Perang Tanpa Akhir Manusia vs Gajah
Esgnow - 21 February 2026, 15:07
Canangkan 100 Persen Sampah Terkelola di Tahun 2029, 340 TPA Masih Open Dumping
Esgnow - 18 February 2026, 14:00
Indonesia Siapkan Kredit Keanekaragaman Hayati, Instrumen Baru Pembiayaan Konservasi
Esgnow - 18 February 2026, 09:45
Menteri Lingkungan Hidup: Pengurangan Sampah Harus Dimulai dari Hulu
Esgnow - 06 February 2026, 14:31
Menyelamatkan Junai Emas di Pulau Jiew
News - 05 February 2026, 07:43
Polisi Amankan 21 Karung Cacahan Uang Kertas di TPS Bekasi, Dinas Lingkungan Hidup: Uang Asli
Esgnow - 04 February 2026, 14:57
Pemkot Bandung Setop Operasional Insinerator Sampah di Seluruh TPS
Esgnow - 01 February 2026, 11:20
PSEL Benowo Jadi Tumpuan Tekan Sampah Harian Surabaya
Berita Lainnya
Ekonomi - Sabtu , 07 Mar 2026, 23:29 WIB
Kerja Sama ABKI dan ASMA Buka Peluang Kerja Perawat Indonesia di Arab Saudi
Ekonomi - Sabtu , 07 Mar 2026, 22:50 WIB
Menkop Ajak UMKM Mengisi Gerai Ritel Kopdes Merah Putih
Ekonomi - Sabtu , 07 Mar 2026, 21:07 WIB
Dicap Menteri ‘Koboi’, Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Baik-Baik Saja
Ekonomi - Sabtu , 07 Mar 2026, 20:59 WIB
PGN Tambah 230 Km Jaringan Pipa Gas pada 2025
Ekonomi - Sabtu , 07 Mar 2026, 19:53 WIB
KAI: Penumpang Kereta Suite Class Compartment Naik 72 Persen di Awal 2026