Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA) meluncurkan program pelatihan komputer intensif yang dirancang untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) menghadapi tantangan era industri 4.0. Peluncuran ini dilakukan dalam sebuah audiensi yang dihadiri oleh Kadisnakertrans Muba Herryandi Sinulingga dan Anggia, seorang entrepreneur muda sekaligus pemilik Golden Sky.
Herryandi Sinulingga menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk menjadikan pemuda Muba lebih siap menghadapi dunia kerja yang semakin digital. "Masa depan pemuda Muba harus berbasis teknologi (Tech-Ready)," ujarnya. Program pelatihan ini menarik perhatian publik karena menggunakan konsep Non-APBD, di mana seluruh pendanaan akan ditanggung oleh sponsor dan mitra strategis dari Golden Sky serta pihak swasta lainnya.
"Kolaborasi antara sektor publik dan swasta ini menunjukkan bahwa kita dapat menemukan solusi tanpa tergantung pada anggaran daerah," tambah Herryandi. Ia menekankan pentingnya keterampilan digital di pasar kerja global yang semakin kompetitif, di mana perusahaan lebih memperhatikan kemampuan teknis daripada sekadar ijazah.
Anggia, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan harapannya bahwa program ini akan memberikan manfaat besar bagi pemuda Muba. "Golden Sky ingin memberikan 'senjata' bagi anak muda Muba. Kami akan fokus pada pelatihan komputer yang paling dicari perusahaan saat ini. Kami tidak ingin pemuda Muba tertinggal hanya karena masalah biaya akses pelatihan," ungkap Anggia.
Disnakertrans Muba berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis dan administratif agar program Non-APBD ini dapat menjadi contoh bagi kolaborasi antara pengusaha muda dan instansi pemerintah di Sumatera Selatan.