Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) telah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Penajam Paser Utara. Keputusan ini diambil setelah terjadinya insiden dugaan keracunan massal yang dialami oleh 25 siswa dari SD Negeri 008 Waru.
Insiden tersebut mengindikasikan adanya masalah serius pada penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi siswa. Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi pihak Dinkes Kaltim, yang berfokus pada keselamatan dan kesehatan anak-anak.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya, menyatakan bahwa penghentian operasional SPPG merupakan langkah preventif untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan dan standar keamanan yang diterapkan.
Dinkes Kaltim berencana untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait sumber keracunan dan memastikan bahwa semua prosedur keamanan dalam penyajian makanan diikuti dengan ketat. Penyelidikan ini diharapkan dapat mengidentifikasi penyebab pasti dari insiden keracunan yang terjadi.
Penghentian ini diharapkan dapat memberikan waktu bagi pihak berwenang untuk memperbaiki sistem penyediaan makanan dan meningkatkan standar higiene demi keselamatan anak-anak yang menjadi peserta program.