BOJONEGORO — Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberrejo, menjadi salah satu penerima penghargaan dalam kategori Inovasi Digital dan Pelayanan Publik pada malam puncak Radar Bojonegoro Award 2025. Acara tersebut digelar Selasa (26/8) malam di MCM Hotel, Bojonegoro.
Penghargaan ini menyoroti langkah Desa Pekuwon yang sejak lama mengembangkan layanan administrasi berbasis teknologi. Sejak 2006, desa tersebut telah meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Administrasi Desa (Simapdes), yang disebut sebagai upaya awal mengintegrasikan pelayanan publik dengan sistem digital.
Kepala Desa Pekuwon, Rona Probily, menjelaskan Simapdes lahir dari kebutuhan untuk merespons pertambahan penduduk dan meningkatnya beban layanan administrasi. Menurutnya, pelayanan manual berpotensi memicu antrean panjang dan memperlambat proses pengurusan surat.
“Jumlah penduduk semakin banyak, sementara pelayanan administrasi semakin padat. Kalau terus manual, antrean bisa menumpuk. Maka kami berpikir harus ada aplikasi yang bisa membantu perangkat desa bekerja lebih cepat, lebih tepat, dan tidak menyulitkan masyarakat,” kata Rona.
Seiring perkembangan teknologi, Simapdes terus diperbarui. Saat ini sistem tersebut telah tersedia dalam bentuk mini mobile Simapdes, aplikasi berbasis ponsel yang dapat digunakan perangkat desa.
Rona menyebut, dengan dukungan aplikasi tersebut, pelayanan administrasi dapat diakses lebih fleksibel, termasuk di luar jam kerja kantor. “Sore, malam, bahkan di luar jam kantor pun, masyarakat tetap bisa mengurus surat. Dalam hitungan detik, semua beres. Karena perangkat desa tinggal buka aplikasi, data langsung keluar lengkap,” ujarnya.
Salah satu keunggulan Simapdes, menurut keterangan desa, terletak pada kelengkapan dan keakuratan data. Perangkat desa cukup memasukkan NIK, nomor KK, atau nama pada kolom pencarian untuk mengakses informasi warga, mulai dari identitas keluarga hingga data penerima bantuan sosial. Data tersebut disebut diperbarui secara berkala.
Sistem yang selalu diperbarui juga dinilai memudahkan desa saat menyiapkan data untuk berbagai kebutuhan pemilu, termasuk pilkades, pilkada, maupun pilpres.
Selain mempercepat pengurusan administrasi, inovasi ini disebut berdampak pada keterbukaan informasi di tingkat desa. Warga dapat mengakses informasi seperti pengumuman program desa hingga laporan keuangan yang disediakan secara terbuka.
Rona menyatakan penghargaan Radar Bojonegoro Award 2025 menjadi apresiasi sekaligus pengingat agar desa terus melakukan pembaruan. “Kami menyadari masih ada banyak kekurangan. Tetapi penghargaan ini menjadi pengingat agar kami tidak berhenti berinovasi. Justru harus terus mencari terobosan baru demi memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.
Capaian ini menegaskan bahwa desa dapat menjadi pusat inovasi melalui inisiatif yang responsif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bagi warga, penghargaan tersebut juga menjadi kebanggaan karena Desa Pekuwon dinilai mampu menjadi inspirasi bagi desa-desa lain, baik di Bojonegoro maupun dari luar daerah.