BPS Bontang Fokus pada Aktivitas Digital dalam Sensus Ekonomi 2026
Radar Digital

BPS Bontang Fokus pada Aktivitas Digital dalam Sensus Ekonomi 2026

Radar Media Digital - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang akan melakukan Sensus Ekonomi 2026 dengan penekanan pada pemetaan struktur ekonomi daerah yang mencakup aktivitas digital yang selama ini belum sepenuhnya tercatat. Fokus ini muncul seiring dengan perubahan pola transaksi masyarakat dari belanja konvensional ke platform digital.

Awal Kejadian

Kepala BPS Bontang, Nur Wahid, menjelaskan bahwa sensus kali ini bukan sekadar agenda rutin sepuluh tahunan, melainkan upaya untuk menangkap pergeseran besar dalam ekonomi selama satu dekade terakhir. Menurutnya, digitalisasi telah mengubah cara masyarakat berusaha dan bertransaksi, sehingga perlu direkam dengan lebih akurat.

Perkembangan

Dalam sensus ini, BPS akan mencatat aktivitas ekonomi digital, termasuk perdagangan daring, jasa berbasis aplikasi, serta profesi baru seperti influencer dan kreator konten. Aktivitas-aktivitas ini semakin dominan, namun belum sepenuhnya tercakup dalam sistem statistik sebelumnya. Selain itu, BPS juga akan memverifikasi keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berkembang pesat selama pandemi Covid-19. Sekitar 24 ribu usaha di Bontang terdaftar selama pandemi, namun belum semua terkonfirmasi masih aktif.

Kondisi Terakhir

Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup semua aktivitas ekonomi yang melibatkan transaksi keuangan, baik tunai maupun digital, dengan pengecualian pada sektor pertanian, administrasi pemerintahan, dan aktivitas rumah tangga sebagai pemberi kerja. Untuk menjangkau pelaku usaha, BPS menerapkan dua metode pendataan: pengisian mandiri secara daring untuk perusahaan besar dan pendataan langsung dari rumah ke rumah bagi usaha kecil hingga menengah. Pendataan perusahaan besar dijadwalkan mulai Mei 2026, sementara pendataan lapangan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. BPS memastikan bahwa data individu dan perusahaan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya dipublikasikan dalam bentuk agregat. Hasil sensus ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dan pelaku usaha dalam menyusun kebijakan serta memahami perkembangan ekonomi, termasuk potensi di sektor digital.

You can share this post!