PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) baru-baru ini menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem industri pasar modal nasional. Hal tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan BNI Market Outlook 2026 yang berlangsung pada Senin, 9 Februari 2026, di Mason Ballroom, Mason Pine Hotel Bandung, Jawa Barat. Forum ini secara khusus menyoroti prospek pasar keuangan serta urgensi penguatan ketahanan siber di tengah pesatnya akselerasi transformasi digital.
Acara yang mengusung tema “Wondrful Breakthrough & Cybersecurity” ini menjadi platform strategis bagi regulator, perbankan, dan pelaku industri untuk menyelaraskan strategi. Kehadiran perwakilan dari Self-Regulatory Organization (SRO) seperti Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bersama manajemen dari 14 Perusahaan Efek (PE) nasabah BNI, menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Diskusi yang terjalin diharapkan mampu menjawab dinamika pasar serta tantangan keamanan siber yang terus berkembang.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Fokus pada Keamanan Siber dan Regulasi
Salah satu agenda utama dalam BNI Market Outlook 2026 adalah panel diskusi yang membahas pembaruan keamanan dan regulasi siber. Sesi ini menghadirkan sejumlah pakar, termasuk Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy, Direktur Pengembangan Infrastruktur dan Manajemen Informasi KSEI Dharma Setyadi, serta Direktur Information & Technology BNI Toto Prasetio. Dalam panel tersebut, BEI dan KSEI memaparkan perkembangan kebijakan dan penguatan tata kelola keamanan siber, termasuk peningkatan kesadaran (awareness) Cyber & IT bagi penyelenggara teknologi di industri pasar modal.
Upaya ini dinilai krusial untuk menjaga keandalan sistem seiring dengan meningkatnya risiko serangan siber yang dapat mengancam kepercayaan investor. Dari sisi perbankan, BNI menegaskan kesiapan infrastruktur digitalnya melalui BNI API Digital Services. Layanan ini berfungsi sebagai penyedia teknologi bagi ekosistem pasar modal, dirancang agar aman, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebutuhan industri. BNI juga berperan aktif sebagai Bank Mitra Rekening Dana Nasabah (RDN) bagi Perusahaan Efek, memastikan sistem yang aman dan terpercaya untuk perlindungan dana nasabah.
Sinergi Lintas Pemangku Kepentingan
Selain penguatan layanan, BNI juga berkomitmen memberikan edukasi terkait potensi ancaman siber dan strategi mitigasinya guna meningkatkan ketahanan sistem di era digital. Direktur Treasury & International Banking BNI, Abu Santosa Sudradjat, menyampaikan harapannya terhadap forum ini. “Kami berharap rangkaian diskusi ini memberikan insight bernilai, memperluas perspektif, serta semakin memperkuat sinergi antara regulator, perbankan, dan pelaku industri pasar modal,” ujar Abu Santosa dalam keterangan tertulis.
Melalui BNI Market Outlook 2026, BNI mempertegas perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekosistem pasar modal yang prudent dan aman. Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta menghadirkan inovasi layanan perbankan digital yang adaptif, demi menjawab tantangan transformasi digital dan dinamika keamanan siber yang terus berkembang di masa depan.