Alokasi Dana Desa 58% untuk KDMP, Lurah Tunggu Arahan Resmi
Sosial

Alokasi Dana Desa 58% untuk KDMP, Lurah Tunggu Arahan Resmi

Home > Sleman

Catur Dwi Janati

Foto ilustrasi dana desa, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN —Kebijakan pengalokasian dana desa sebesar 58,03 persen untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berpotensi membuat sejumlah program di tingkat kalurahan harus disesuaikan. Hingga kini, pemerintah kalurahan masih menunggu petunjuk teknis sebagai dasar pelaksanaan kebijakan tersebut.

Lurah Kalurahan Banyurejo, Saparjo, mengatakan pihaknya belum menerima arahan resmi terkait penerapan kebijakan alokasi dana desa itu. Informasi yang beredar, sekitar 58 persen dana desa akan dialihkan untuk KDMP.

Advertisement

“Kami masih menunggu arahan dari Dinas PMK Kabupaten Sleman. Namun, kalau benar dipotong sebesar itu, otomatis akan sangat berpengaruh pada pembangunan di tingkat kalurahan maupun padukuhan,” ujar Saparjo, Kamis (19/2/2026).

Ia menjelaskan, program kerja Kalurahan Banyurejo tahun 2026 disusun berdasarkan alokasi dana desa tahun sebelumnya. Pada 2025, Banyurejo menerima dana desa sekitar Rp1,2 miliar yang kemudian dijadikan acuan awal dalam penyusunan program.

BACA JUGA

1.650 Jemaah Haji Sleman Mulai Masuk Embarkasi YIA pada April 2026

DPRD DIY Soroti Pemangkasan Dana Desa untuk KDMP

Bersinergi dan Berkolaborasi demi Pembangunan Berkelanjutan

Berbekal perkiraan anggaran tersebut, pemerintah kalurahan terlebih dahulu menggelar musyawarah padukuhan (musduk) untuk menjaring aspirasi warga sebelum menetapkan program prioritas.

“Ketika dananya berkurang, berarti ada program yang tidak bisa dilaksanakan tahun ini. Penyesuaiannya tentu menunggu petunjuk dari kabupaten, dana desa boleh dimanfaatkan untuk apa saja. Nanti akan dicermati lagi mana yang bisa masuk, mana yang mboten,” jelasnya.

Jika pengalihan dana desa benar-benar diterapkan, kalurahan akan berupaya melakukan penyesuaian agar sebagian program tetap bisa berjalan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah efisiensi pelaksanaan kegiatan, sehingga lebih banyak program yang masih dapat direalisasikan.

Saparjo mengungkapkan, alokasi dana desa Banyurejo pada 2026 direncanakan untuk kegiatan fisik maupun nonfisik. Pembangunan fisik masih menjadi prioritas utama, terutama infrastruktur berupa jalan corblok dan talut irigasi.

“Paling besar tetap kegiatan infrastruktur. Corblok dan talut irigasi masih mendominasi,” katanya.

Sementara untuk kegiatan nonfisik, pemerintah kalurahan merencanakan sejumlah agenda berbasis kebudayaan. Agar seluruh program tetap dapat terlaksana, kalurahan membuka peluang dukungan pendanaan dari sumber lain di luar dana desa.

“Kalau nonfisik ingin tetap berjalan, nanti akan kami tata lagi. Kami juga berharap dukungan dari kabupaten, kalau bukan dari dana desa bisa melalui BKK, terutama untuk menggantikan kebutuhan kegiatan infrastruktur fisik,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Tag: Anggaran

Advertisement

Berita Terkait

Pengadaan Internet di Pemkab Blora Rp2,56 Miliar, Ini Kata Bupati

Anggaran Dipangkas, Proyek Drainase di Grobogan Dievaluasi Ulang

Serapan Anggaran di DIY Masih Rendah, TKD Jadi Penopang

Anggaran Bantul Dipangkas, Program Prioritas Jadi Fokus

Berita Lainnya

Advertisement

Berita Terbaru

Pameran Seni Sesa Bhaga Jogja, Angkat Isu Lingkungan di Ruang Unik

Jogjapolitan | 2 hours ago

Daftar KA Tambahan Jogja untuk Libur Panjang Mei, Cek di Sini

Jogjapolitan | 3 hours ago

MayDay 2026, Bupati Sleman Gelar Dialog dengan Serikat Buruh

Jogjapolitan | 4 hours ago

Sultan HB X: Investor Wajib Jaga Alam Jogja, Jangan Merusak

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

217 Aduan Daycare Little Aresha Jogja, Mayoritas Anak Alami Gangguan

Jogjapolitan | 5 hours ago

Ekonomi Naik, Tapi Jalan Rusak Bayangi Warga Sleman

Jogjapolitan | 6 hours ago

Delegasi Dunia Belajar Batik Giriloyo, Diplomasi Budaya DIY

Jogjapolitan | 6 hours ago

Wisata Tanpa Amdal Picu Krisis Air di Gunungkidul

Jogjapolitan | 7 hours ago

Trans Jogja Masuk Godean, Peluang Usaha Warga Menguat

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

PSI DIY Targetkan Satu Kursi Setiap Dapil di 2029

Jogjapolitan | 7 hours ago

Kumpulan Ucapan Bermakna untuk Hari Buruh Internasional

Jogjapolitan | 8 hours ago

Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026

Jogjapolitan | 8 hours ago

Sumur Warga Srandakan Tercemar, Diduga Limbah IPAL SPPG

Jogjapolitan | 8 hours ago

Pelukis Kibar Lunas Utang Rp400 Juta, Sertifikat Tanah Kembali

Jogjapolitan | 9 hours ago

Advertisement

Antrean Cuci Darah Membludak, RSUD Prambanan Tambah Layanan

Jogjapolitan | 9 hours ago

You can share this post!