Tanggapan Dinas Sosial Sumenep Terkait Maraknya Kasus Kekerasan di Masyarakat
Sumber Foto: RRI.co.id
Deteksi Viral

Tanggapan Dinas Sosial Sumenep Terkait Maraknya Kasus Kekerasan di Masyarakat

Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi masalah serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumenep. Fenomena yang cukup mengkhawatirkan ini diperparah dengan pernyataan bahwa penanganan kasus sering kali terjadi setelah viral di media sosial.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Sumenep, Mustangin, menjelaskan dalam acara Ngulik Roadshow Pro 1 RRI Sumenep pada Senin (28/7/2025) bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan melalui program deteksi dini.

Program Deteksi Dini dan Kolaborasi

Mustangin menyatakan bahwa Dinsos P3A telah membentuk Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA) di setiap desa untuk meningkatkan kesadaran dan respons terhadap kasus kekerasan. Program ini berkolaborasi dengan pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami telah melaksanakan program deteksi dini, termasuk membentuk Satgas PPA di masing-masing desa,” ujarnya. “Kami bekerja sama dengan pemerintah desa dan stakeholder untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.”

Pendidikan dan Sosialisasi di Sekolah

Dalam rangka perlindungan anak, Dinsos P3A juga telah menginisiasi program pendidikan yang mencakup pembentukan sekolah ramah anak. Fasilitator daerah ditugaskan untuk berkeliling ke sekolah-sekolah guna memberikan edukasi mengenai bullying dan kekerasan.

“Kami mengedukasi mereka mengenai apa yang termasuk dalam kekerasan dan pelecehan, karena kadang anak-anak tidak menyadari bahwa guyonan tertentu bisa menjadi bentuk kekerasan,” jelas Mustangin.

Peran Aktif Forum Anak dan Guru

Mustangin menambahkan bahwa forum anak yang terdiri dari siswa-siswi SMP hingga SMA juga berperan aktif dalam sosialisasi isu-isu kekerasan di sekolah. Forum ini memiliki semboyan menjadi pelopor dan pelapor untuk menyebarluaskan pengetahuan mengenai perlindungan anak.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran guru dalam deteksi dini. Guru diminta untuk peka terhadap perubahan perilaku siswa agar setiap kasus kekerasan dapat segera ditangani.

Ajakan untuk Melaporkan Kasus Kekerasan

Dinas Sosial Sumenep menghimbau masyarakat untuk tidak ragu dalam melaporkan kasus kekerasan. Masyarakat dapat menghubungi Satgas PPA di wilayah masing-masing atau mengunjungi Kantor Dinsos P3A. Pelaporan juga bisa dilakukan melalui website www.cc112sumenep.com dan call center 112.