Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang dan Respons Indonesia
Sumber Foto: Tribunjabar.id
Deteksi Viral

Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang dan Respons Indonesia

Gempa bumi yang terjadi di Prefektur Ishikawa, Jepang pada Senin (1/1/2024) menarik perhatian global setelah video seorang wanita Jepang yang menunjukkan notifikasi gempa di ponselnya viral di media sosial. Dalam video tersebut, wanita itu memperlihatkan pesan pemberitahuan dini mengenai gempa berkekuatan 7.4 magnitudo yang sedang berlangsung saat ia melakukan siaran langsung.

Video tersebut memicu diskusi di kalangan netizen Indonesia, banyak di antaranya menyoroti kurangnya sistem peringatan dini serupa di Indonesia. Beberapa komentar di media sosial menunjukkan keinginan masyarakat agar Indonesia dapat memiliki teknologi yang sama untuk mendeteksi gempa lebih awal.

Tanggapan BMKG

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki sistem pemberitahuan dini gempa bumi. Ia mencontohkan, saat terjadi gempa di Sumedang, sistem yang mereka miliki dapat mendeteksi gempa sebelum gelombang seismik mencapai lokasi lain, seperti Bekasi, dalam waktu 11 detik.

BMKG juga mengoperasikan Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang memberikan informasi dini mengenai potensi tsunami. Namun, Daryono menekankan bahwa sistem ini masih dalam tahap penyempurnaan dan informasi gempa dapat diakses oleh masyarakat melalui link resmi BMKG.

Kerja Sama dengan Kementerian Kominfo

Daryono juga menyatakan bahwa BMKG bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) untuk mengirimkan informasi darurat bencana melalui SMS kepada masyarakat. Direktur Jenderal IKP Kemenkominfo, Usman Kansong, mengungkapkan bahwa sejak 2015, pihaknya telah mengirimkan pesan darurat jika terjadi gempa, dengan bantuan operator seluler.

Usman menjelaskan bahwa SMS akan dikirim kepada nomor telepon yang terdaftar di lokasi terjadinya gempa, serta nomor lain yang telah didaftarkan. Namun, ia tidak memberikan penjelasan rinci mengenai proses pendaftaran nomor telepon untuk mendapatkan SMS tersebut.

Penyampaian Informasi Melalui TV Digital

Lebih lanjut, Kemenkominfo juga sedang mengembangkan sistem penyampaian informasi bencana melalui TV digital yang diharapkan dapat memberikan notifikasi secara lebih cepat. Sistem ini, yang dikenal sebagai Early Warning System (EWS), akan menampilkan informasi berdasarkan tingkat bahaya bencana seperti Waspada, Siaga, dan Awas. Pada kategori Awas, akan ditampilkan pesan penuh layar beserta bunyi alarm untuk mendorong masyarakat melakukan evakuasi.

Usman menambahkan bahwa melalui EWS TV Digital, masyarakat dapat menerima berbagai informasi bencana, termasuk gempa bumi, tsunami, cuaca ekstrem, serta informasi kebakaran hutan dan lahan, dengan memasukkan kode pos yang sesuai pada perangkat TV digital mereka.

Dengan adanya berbagai upaya ini, BMKG dan Kemenkominfo berusaha untuk meningkatkan sistem peringatan dini bencana di Indonesia, meskipun tantangan masih ada dalam hal penyempurnaan dan sosialisasi kepada masyarakat.