Puing Diduga Pesawat ATR 400 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung, Tim SAR Siap Lakukan Pengecekan
Sumber Foto: Liputan6.com
Deteksi Viral

Puing Diduga Pesawat ATR 400 Ditemukan di Puncak Gunung Bulusaraung, Tim SAR Siap Lakukan Pengecekan

Jakarta - Sebuah video yang menunjukkan dugaan serpihan puing pesawat ATR 400 di sekitar puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah menjadi viral di media sosial. Menyusul informasi tersebut, Tim SAR Gabungan segera menindaklanjuti temuan itu dengan mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Kepala Seksi Operasi Basarnas, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa laporan awal mengenai penemuan tersebut diterima sekitar pukul 16.33 WITA dari potensi SAR dan masyarakat. Seorang pendaki dilaporkan menemukan beberapa serpihan di kawasan puncak Gunung Bulusaraung dan mendokumentasikannya dalam bentuk foto serta video.

"Kami menerima informasi bahwa ada pendaki yang menemukan serpihan di Puncak Bulusaraung. Namun, hingga saat ini kami belum bisa memastikan apakah serpihan tersebut benar merupakan bagian dari pesawat ATR 400," jelas Andi Sultan kepada wartawan.

Andi menambahkan bahwa serpihan yang ditemukan berukuran kecil, sehingga belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan keberadaan pesawat yang dilaporkan hilang kontak. Meskipun demikian, Tim SAR Gabungan tetap bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan langsung di lapangan.

"Tim dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan Damkar sudah kami kerahkan menuju lokasi. Kami juga menambah personel dari Makassar untuk memperkuat pencarian," tuturnya.

Kendala Cuaca dalam Pencarian

Proses menuju lokasi temuan serpihan tersebut tidak berjalan mulus. Perjalanan dari posko menuju kawasan Gunung Bulusaraung diperkirakan memakan waktu sekitar 2,5 jam, sedangkan pendakian dari kaki gunung ke puncak membutuhkan waktu tambahan sekitar 3 jam. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat, dengan hujan dan jarak pandang yang terbatas, menjadi kendala utama bagi tim pencari.

"Hingga saat ini, belum ada puing pesawat yang bisa dipastikan secara visual. Informasi yang kami terima masih berupa foto dan video dari jarak jauh," kata Andi.

Ia juga menambahkan bahwa pendaki yang menemukan serpihan tersebut belum dimintai keterangan secara langsung. Namun, serpihan yang ditemukan telah diserahkan kepada kepala dusun setempat.

"Serpihan yang dibawa ukurannya kecil, ada juga kertas. Itu masih perlu diverifikasi lebih lanjut," ungkapnya.