Penumpang Transjakarta Tap In Menggunakan Batu, Ini Penjelasan Resmi dari Pihak Transjakarta
Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan video seorang penumpang Transjakarta yang melakukan pembayaran elektronik dengan menggunakan batu. Video tersebut menunjukkan bahwa mesin pembaca kartu berhasil mendeteksi batu tersebut seolah-olah itu adalah kartu uang elektronik yang sah.
Video ini diunggah oleh akun Instagram gtid.news dan dengan cepat menjadi viral, menarik perhatian banyak warganet. Dalam video tersebut, tampak seorang penumpang melakukan tap in menggunakan batu, yang awalnya dianggap sebagai aksi prank. Namun, fakta bahwa mesin tap benar-benar bereaksi menimbulkan rasa penasaran di kalangan publik.
Fenomena ini memicu spekulasi bahwa mungkin ada celah atau bug dalam sistem pembayaran Transjakarta. Menanggapi hal tersebut, pihak Transjakarta segera memberikan klarifikasi. Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menegaskan bahwa tidak ada masalah teknis pada sistem Transjakarta dan bahwa kekhawatiran tentang adanya bug tidak berdasar.
“Konten sejenis pernah diposting sebelumnya, akhir Mei 2025. Kami pastikan tidak ada kendala teknis,” ujar Ayu saat dihubungi oleh JawaPos.com pada Minggu (29/6).
Ayu kemudian menjelaskan bahwa aksi unik tersebut sebenarnya merupakan kreativitas dari pembuat konten. Batu yang digunakan oleh penumpang tersebut ternyata sudah dilengkapi dengan chip kartu uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank resmi. Dengan demikian, mesin tetap dapat mendeteksi dan saldo penumpang akan terpotong seperti biasa.
“Dengan melakukan tap in menggunakan batu yang sudah ditempel chip tersebut, maka saldo tetap terpotong,” jelasnya.
Lebih lanjut, video ‘batu ajaib’ ini diketahui dibuat oleh akun TikTok @commuter.charm, yang dikenal dengan konten-konten kreatif dan nyeleneh seputar cara-cara ‘tap in’ di Transjakarta dan transportasi umum lainnya di Jakarta. Akun tersebut sebelumnya juga pernah mempraktikkan cara tap in menggunakan berbagai benda tidak biasa seperti daun dan saus sachet.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kreativitas dalam membuat konten dapat menarik perhatian publik, meskipun tetap penting untuk memahami mekanisme dan sistem yang berlaku dalam layanan transportasi umum.




