PDAM Danum Benuanta Kolaborasi dengan BSA untuk Sistem Layanan Digital Terintegrasi
Tanjung Selor, Kalimantan Utara – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Danum Benuanta resmi mengumumkan kerja sama dengan Bima Sakti Altera (BSA) untuk memperbarui dan menyempurnakan sistem digitalisasi layanan air bersih. Kerja sama ini bertujuan untuk menghadirkan sistem layanan yang lebih terintegrasi dan modern.
Direktur PDAM Danum Benuanta, Eldiansyah, menjelaskan bahwa seluruh aspek layanan, mulai dari manajemen internal hingga pelayanan kepada pelanggan, akan terhubung dalam satu platform digital. "Kerja sama ini artinya perubahan sistem yang lebih lengkap. Semua layanan akan terintegrasi di BSA, mulai dari akuntansi, manajemen, SDM, hingga aplikasi gangguan dan keluhan masyarakat," ungkap Eldiansyah.
Dalam sistem baru ini, aplikasi bernama Info PDAM Pintar akan menjadi pusat informasi bagi pelanggan. Dengan aplikasi tersebut, pelanggan hanya perlu memasukkan email dan ID pelanggan PDAM untuk mengakses seluruh data terkait layanan air. "Begitu memasukkan ID, seluruh data langsung muncul. Mulai dari informasi perbaikan pipa, jadwal penanganan gangguan, hingga progres pekerjaan lapangan bisa dipantau secara real time. Jadi masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor atau menunggu pengumuman terpisah," jelasnya.
Eldiansyah juga menambahkan bahwa sistem BSA menawarkan integrasi yang lebih luas dibandingkan aplikasi sebelumnya. Berbagai fitur teknis seperti peta digital (GIS), pemantauan District Metered Area (DMA), dan perhitungan Non Revenue Water (NRW) dapat dipantau secara otomatis melalui dashboard. "Misalnya, jika ada wilayah dengan tekanan air rendah, itu langsung terbaca di sistem sehingga evaluasi bisa dilakukan lebih cepat," katanya.
Sistem baru ini juga memberikan kemudahan dalam pembayaran rekening air. Aplikasi Info PDAM Pintar telah terhubung dengan hampir seluruh perbankan dan metode pembayaran digital, dengan pengecualian Bank BRI yang masih dalam tahap penyesuaian dan ditargetkan rampung pada Januari 2026. "Pilihan banknya sudah lengkap, seperti BTN, BPD Kaltara, dan lainnya. Bahkan pembayaran melalui ShopeePay juga tersedia. Artinya, masyarakat bisa membayar dari mana saja tanpa harus datang langsung," terangnya.
Salah satu fitur unggulan lainnya adalah sistem deteksi otomatis untuk pelanggan yang menunggak. Eldiansyah menjelaskan bahwa jika sebelumnya pengecekan dilakukan secara manual, kini data pelanggan yang belum melakukan pembayaran akan muncul otomatis dengan penanda khusus. "Kalau ada pelanggan yang menunggak, datanya langsung muncul dengan tanda warna merah. Tinggal diklik, informasi nama, alamat, dan ID pelanggan langsung terlihat. Petugas bisa langsung koordinasi dan turun ke lapangan tanpa harus kembali ke kantor untuk mengambil surat pemberitahuan," jelasnya.
Untuk memastikan masyarakat memahami sistem digital baru tersebut, PDAM Danum Benuanta akan melakukan sosialisasi mulai Januari 2026. Sosialisasi ini rencananya akan menyasar sejumlah instansi, seperti Polda, pemerintah daerah, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. "BSA kami pilih karena fiturnya lebih lengkap dan sesuai dengan kebutuhan PDAM. Perubahan ini kami lakukan untuk meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat lebih mudah dan cepat mengakses informasi maupun melakukan pembayaran," tandasnya.




