Khoirul Baasith: Atlet Panahan yang Mengejar Pendidikan untuk Masa Depan
Olahraga

Khoirul Baasith: Atlet Panahan yang Mengejar Pendidikan untuk Masa Depan

Radar Media Digital - Jakarta -

Tak mudah bagi pepanah Indonesia Ahmad Khoirul Baasith membagi waktu antara kesibukan sebagai atlet dan mahasiswa. Tapi ia sadar penuh perlu melakukannya.

Baasith, sapaan karibnya, dikenal sebagai peraih medali emas SEA Games 2025 Thailand, bersama Riau Ega Salsabila dan Arif Dwi Pangestu. Ia juga merupakan salah satu mahasiswa Budi Luhur University.

Saat ini, dia duduk di bangku semester empat dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) terakhir 3,2. Baasith bercerita, mulanya mengajukan beasiswa pada tahun 2023 atau setelah mendapat medali perunggu di Asian Games Hangzhou. Tapi belum tersedia untuk cabang panahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu saya request dan alhamdullilah berhasil. Enggak susah (masuknya), kurang dari sebulan," kata Baasith yang mulai kuliah tahun 2024, dalam acara Budi Luhur University Go Global : "Local Roots, Global Impact", Kamis (5/3/2026).

Baca juga: RI Tambah 2 Emas, Kini Koleksi 67 Keping di SEA Games 2025

ADVERTISEMENT

Ia lantas menceritakan latar belakang yang membuat dirinya mengejar pendidikan, meski harus berbagi waktu dengan statusnya sebagai atlet Pelatnas panahan.

"Awalnya saya berpikir kebanyakan waktunya kan susah, soalnya fokusnya tambah antara pendidikan dan latihan. Tapi dipikir lagi ini jadi modal dasar saya untuk mengembangkan usaha orang tua. Sekaligus buat masa depan juga," ujar mahasiswa fakultas manajemen ini.

"Kebetulan orang tua saya kan pengusaha. Jadi mau meneruskan usaha mereka di bidang Food and Beverage (F&B)."

Diakui Baasith, menjalani dua peran yang bersamaan sebagai atlet dan mahasiswa cukup sulit. Tapi berangsur-angsur, atlet kontingen Jawa Barat ini mampu beradaptasi.

Kebetulan, kampus tempat dia mengenyam pendidikan juga mendukung penuh selama persiapan Pelatnas.

Baca juga: Tim Panahan Berjuang di Kejuaraan Dunia 2025, Berangkat Besok ke AS

"Waktu pertama masuk kampus, Pelatnas itu lagi libur. Jadi kayak masuk kuliah masih enak, enggak ada latihan atau kemana-mana. Setelah masuk Pelatnas lagi, membagi waktunya itu susah banget," ujarnya.

"Jadi kayak (belajar) online susah, ujian juga, tapi kampus memfasilitasi. Kalau ada waktu luang malam itu bisa belajar. Dan ada website juga kan, jadi bisa belajar dari sana."

"Kebetulan waktu kemarin saya tanding SEA Games, jadi enggak bisa ikut. Paling ujian susulan. Alhamdullilah dipermudah," tambahnya.

Tak terkecuali untuk persiapan menuju Asian Games 2026 September mendatang. Ia mendapat dukungan penuh.

Baca juga: Jelang Asian Games 2026, PB PERPANI Gelar Rakernas

Sementara itu, Rektor BLU Agus Setyo Budi mengatakan pihaknya membuka peluang bagi setiap mahasiswa untuk mengalami dunia, sambil tetap berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

"BLU berkomitmen menjadi universitas yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga diakui secara global. Pendidikan adalah jembatan bagi mahasiswa kami untuk berkontribusi di dunia, menjaga akar budaya, dan membangun masa depan yang lebih baik," kata Agus, dalam kesempatan yang sama.

Video: Kapolri Beri Kenaikan Pangkat ke Anggota Peraih Medali di SEA Games

Video: Kapolri Beri Kenaikan Pangkat ke Anggota Peraih Medali di SEA Games

(mcy/raw)

atlet panahan khoirul baasith sea games 2025 budi luhur university beasiswa olahraga dan pendidikan

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikOto

Babak Belur Penjualan Nissan di Indonesia, Sekarang Tinggal Segini

detikTravel

Misteri Sekeluarga Tewas Saat Kamping di Temanggung Mulai Terkuak, Keracunan Gas?

detikInet

Ada Biaya Verifikasi Wajah Nomor HP Baru, Siapa yang Bayar?

Sepakbola

Jose Mourinho Sudah Teken Kontrak di Real Madrid sampai 2029

detikFood

Rela Antre 45 Menit Demi Cicip Ayam Goreng Baput Viral di Ciledug

detikHot

Ferry Maryadi Bangga Putranya Kurban dan Beli Kambing dari Uang Sendiri

detikFinance

Hubungan Ekonomi RI dan Prancis Makin Mesra, Ini Buktinya

You can share this post!