Karantina Papua Tengah Lakukan Deteksi Dini BVD dan Brucellosis di Mimika
Karantina Papua Tengah telah melaksanakan pemantauan Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) di Kabupaten Mimika. Kegiatan ini berlangsung di lima distrik, yaitu Distrik Mimika Baru, Distrik Kuala Kencana, Distrik Iwaka, Distrik Wania, dan Distrik Mimika Timur.
Dalam rangka deteksi dini, tim karantina hewan mengambil sampel dari 136 ekor sapi dengan fokus pada dua penyakit, yaitu Bovine Viral Diarrhea (BVD) dan Brucellosis.
Pentingnya Pemantauan Kesehatan Hewan
Bovine Viral Diarrhea (BVD) adalah penyakit virus yang dapat menyebabkan masalah reproduksi, penurunan produksi susu, dan diare pada sapi. Sedangkan Brucellosis adalah penyakit bakteri yang dapat mengakibatkan keguguran pada sapi dan memiliki risiko penularan ke manusia melalui konsumsi produk susu mentah.
Pemeriksaan kesehatan hewan menjadi langkah krusial untuk menjamin kesehatan ternak di wilayah Mimika, serta untuk mencegah kerugian bagi peternak dan potensi dampak terhadap kesehatan hewan lainnya.
Komitmen Karantina Papua Tengah
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra, menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan salah satu tugas utama karantina untuk melindungi sumber daya hewan di Papua Tengah. "Kami berkomitmen menjaga wilayah Papua Tengah tetap aman dari ancaman penyakit hewan karantina. Oleh karena itu, pemantauan kesehatan hewan harus terus dilakukan secara rutin agar potensi penyakit bisa dicegah sejak dini," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Karantina Papua Tengah menegaskan perannya dalam mendukung ketahanan pangan dan memberikan jaminan kesehatan hewan demi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika.




