Gubernur Koster Dukung Percepatan Transformasi Digital di Bali
Sumber Foto: kabarnusa.com
Teknologi

Gubernur Koster Dukung Percepatan Transformasi Digital di Bali

Radar Media Digital - Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan kesiapannya mengawal percepatan transformasi digital pemerintah melalui adopsi Digital Public Infrastructure (DPI) dan Artificial Intelligence (AI).

Langkah ini diyakini akan mempercepat layanan masyarakat, memastikan transparansi data, sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif.

Pernyataan tersebut disampaikan Koster dalam rapat bersama Dewan Ekonomi Nasional di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Kamis (26/2).

Sebagai pemimpin daerah yang menjadi destinasi wisata dunia, Koster mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memprioritaskan pembangunan infrastruktur Bali.

Menurutnya, penguatan infrastruktur tidak hanya menjaga daya tarik pariwisata, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi penerapan digitalisasi layanan publik.

Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Jend. TNI (Purn) Luhut B. Panjaitan, menambahkan sesuai Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2025, digitalisasi pemerintahan melalui DPI dan AI menjadi program prioritas nasional.

Dengan teknologi ini, penyaluran bantuan sosial akan lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Mekanisme baru berbasis on-demand memungkinkan masyarakat mendaftar secara terbuka, sehingga mengurangi kesalahan inklusi maupun eksklusi penerima bantuan.

– Memperkuat efisiensi belanja negara lewat E-Katalog dan E-Budgeting.

– Menyederhanakan administrasi pemerintahan.

– Memperbaiki tata kelola penerimaan negara melalui sistem digital seperti SIMBARA, Coretax, dan PNBP.

DPI sendiri mencakup identitas digital, pembayaran digital, serta pertukaran data lintas instansi.

Bali pun ditargetkan segera melakukan uji coba digitalisasi bantuan sosial, dengan harapan mampu meningkatkan akurasi penerima, memperkuat transparansi, dan memastikan manfaat bantuan benar-benar dirasakan masyarakat.

digital bantuan sosial berbasis DPI.