DPRD Pasuruan Diskusikan Pengembangan Desa Digital di Randupitu
Sumber Foto: Radar Bangsa
Teknologi

DPRD Pasuruan Diskusikan Pengembangan Desa Digital di Randupitu

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – DPRD Kabupaten Pasuruan mengulas peluang dan tantangan pengembangan desa digital dalam forum Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) di Kantor Desa Randupitu, Kecamatan Gempol. Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam itu menyoroti kesiapan desa, peran generasi muda, serta keamanan data sebagai fondasi transformasi digital di tingkat desa.

Tiga anggota DPRD Kabupaten Pasuruan hadir sebagai narasumber, yakni Nik Sugiarti (Fraksi Golkar), Sugianto (Fraksi PDI Perjuangan), dan Kasiman (Fraksi Gerindra). Forum ini menjadi ruang dialog antara legislatif dan pemerintah desa terkait arah kebijakan digitalisasi yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah.

Nik Sugiarti menegaskan, digitalisasi desa bukan kebijakan yang bersifat paksaan, melainkan harus tumbuh dari kesadaran dan kebutuhan desa itu sendiri.

“Digitalisasi ini bukan paksaan, melainkan kemauan. Desa Randupitu dipilih karena menginspirasi pemerintah daerah hingga desa-desa lain dituntut menuju desa digital,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, format komunikasi seperti podcast dinilai efektif menjangkau anak muda yang kini lebih akrab dengan layar gawai dibanding televisi.

“Ini menjadi sarana penting untuk mengedukasi generasi muda tentang digitalisasi, pemerintahan, politik, budaya, dan lainnya,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Randupitu juga menampilkan sejumlah produk UMKM lokal yang telah dipasarkan melalui platform digital. Langkah ini dinilai sebagai bukti konkret pemanfaatan teknologi untuk mendukung ekonomi desa.

Kepala Desa Randupitu, Mochammad Fuad, menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas perencanaan pembangunan.

“Data desa yang akurat dan sistem pelayanan berbasis teknologi membantu pemerintah desa mengambil kebijakan lebih tepat,” terangnya.

Ia menjelaskan, konsep desa digital telah dirancang sejak lama, dimulai dari pembangunan website desa hingga pengelolaan bank data mandiri guna menjamin keamanan informasi warga.

“Kami sudah memiliki website dan bank data sendiri. Keamanan data menjadi prioritas karena di dalamnya terdapat informasi warga,” pungkasnya.