Radar Media Digital - Bulan Puasa Ramadan mendekati akhir, namun penggunaan media sosial justru meningkat signifikan. Meskipun umat berpuasa, godaan notifikasi dari akun media sosial terus menerus hadir, menciptakan tantangan tersendiri bagi banyak orang.
Di bulan Ramadan tahun ini, data menunjukkan bahwa penggunaan media sosial mengalami kenaikan yang mencolok dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Di saat banyak yang menahan diri dari makan dan minum, aktivitas di dunia maya justru semakin intensif.
Interaksi di media sosial sering kali dipenuhi dengan komentar, baik yang ringan maupun serius, tanpa kendali. Fenomena flexing amal dan pamer kemewahan saat berbuka dan sahur menjadi hal biasa, dan ini dilakukan tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain. Menurut We Are Social, rata-rata waktu yang dihabiskan orang Indonesia di media sosial mencapai 3 jam 11 menit per hari, dan lonjakan signifikan terjadi selama bulan Ramadan, terutama saat sahur dan menjelang berbuka.
Peningkatan penggunaan media sosial di bulan suci ini menunjukkan bahwa perlu ada upaya untuk mengendalikan durasi berselancar di dunia maya. Konsep digital fasting muncul sebagai salah satu solusi untuk meredam godaan tersebut. Namun, lonjakan aktivitas ini tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas spiritual di kalangan umat.