Basith, Atlet Panahan Berprestasi yang Seimbangkan Studi dan Olahraga
Olahraga

Basith, Atlet Panahan Berprestasi yang Seimbangkan Studi dan Olahraga

Radar Media Digital - Liputan6.com, Jakarta - Banyak atlet berprestasi mengalami masa suram di masa tuanya. Hal ini jadi pelajaran bagi atlet muda seperti Ahmad Khoirul Basith. Atlet panahan ini tetap memperhatikan pendidikan sebagai modal di masa depan. Basith sukes menyeimbangkan prestasi di lapangan dengan akademik.

Basith baru saja sukses merebut medali emas di SEA Games 2025. Basith mempersembahkan emas di nomor Beregu Putra bersama dua rekan setimnya, Arif Dwi Pangestu dan Riau Ega Agatha Salsabila.

Sebelumnya Basith juga sukses mengharumkan nama Indonesia di Asian Games 2022. Di Hangzhou, Basith memberikan sumbangsih berupa medali perunggu.

Meski sedang di puncak karier sebagai atlet panahan, Basith tetap memperhatikan pendidikan. Pada tahun 2023, Basith mengikuti beasiswa di Budi Luhur University. Berbekal prestasi di Asian Games 2022, Basith diterima Budi Luhur University dan menempuh pendidikan di fakultas manajemen dimana semua biaya kuliahnya gratis.

Basith yang membuat jalan bagi atlet panahan untuk mendapat beasiswa di Budi Luhur University. Di tahun 2023 lalu universitas tersebut belum memberikan beasiswa untuk cabor panahan. Basith memperjuangkannya bermodal kesuksesan di Asian Games 2022.

“Awal mulanya tuh saya bisa masuk ke Budi Luhur tuh karena 2023 setelah saya dapat medali perunggu di Asian Games Hangzhou, saya ditawarin buat masuk ke Universitas Budi Luhur. Terus saya coba daftar dan ada beasiswa atlet, tapi untuk panahan hari itu belum ada. Terus saya request dan Alhamdulillah berhasil,” papar Basith.

Nilai IPK Basith

Basith merasa pendidikan tetap penting bagi seorang atlet sehingga mau menempuh pendidikan manajemen. Basith punya cita-cita besar selepas selesai menjadi atlet panahan. Pemuda 23 tahun itu ingin meneruskan bisnis orang tuanya sebagai pengusaha Food and Baverage.

“Kebetulan orang tua saya kan pengusaha Jadi mau meneruskan usaha orang tua saya. Usaha keluarga saya tuh mereka memasok beras ke restoran-restoran,” papar Basith saat ditemui wartawan pada acara Budi Luhur University Go Global, Kamis (5/3/2026).

Yang luar biasa, Basith tetap mampu berprestasi di lapangan dan akademik. Nilai IPK Basith 3.2.

“Terakhir lihat nilainya 3.2. Awal mula bagi waktu agak susah karena saya TC di Jakarta dna jadwal latihannya dari pagi sampai malam. Terus buat kuliah agak susah. Untungnya kampus menyediakan faisilitas bisa online. Paling kalau ada waktu luang malam harinya bisa belajar. Tapi juga ada web sehingga bisa belajar di website kampus,” sambung Basith.

Bersiap Hadapi Asian Games 2026

Di tahun 2026 ini, Basith juga sedang fokus mempersiapkan diri menghadapi Asian Games di Nagoya. Pelatnas panahan untuk Asian Games 2026 sudah dimulai di kawasan Gelora Bung Karno.

“Persiapan Asian Games 2026 pelatnasnya sudah dimulai. Persiapan luar biasa. Latihan dari pagi sampai malam. Liburnya cuma hari minggu saja,” papar Basith.

You can share this post!